PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Zaman sekarang, kebutuhan manusia dalam akses data semakin meningkat, ini disebabkan adanya pola pergeseran hidup manusia ke arah yang lebih berkembang. Dengan pemanfaatan komputer hal ini dapat terfasilitasi dengan cepat. Akibatnya akan terjadi keefisiensian waktu, biaya dan resource, sehingga akan menghasikan output yang optimal. Disisi lain kebutuhan akan akses data itu terhalangi oleh adanya jarak dan waktu, terkadang kita membutuhkan akses informasi saudara kita yang berada di negara yang berbeda.
Dengan adanya jaringan komputer, hal ini bisa teratasi. Bukan hanya jarak akan tetapi perbedaan waktupun dapat selalu diakses. Misalkan ketika kita menginginkan informasi yang telah lalu. Internet dan World Wide Web (WWW) sangat populer di seluruh dunia. Banyak masyarakat yang membutuhkan aplikasi yang berbasis Internet, seperti E-Mail dan akses Web melalui internet. Sehingga makin banyak aplikasi bisnis yang berkembang berjalan di atas internet.
BASIC NETWORKING
A . Konfigurasi Modul Ethernet
Pada sistem operasi Linux dan Unix, meskipun banyak sekali variannya tetapi pada pr
insipnya sama. Sama seperti pada Windows, sebelum dilakukan konfigurasi pastiskan
kartuJaringan telah terpasang dan telah dikenali oleh Linux. Untuk
mengetahuinya dapat menggunakan perintah :
dmesg | grep eth
perintah ini digunakan untuk melihat pesanpesan yang ditampilkan pada saat startup L
inux. Jika kartu jaringan terpasang dan dikenali, maka akan tampil
contoh output sebagai berikut :
eth0: RealTek RTL8139 Fast Ethernet at
0xc6883000, 00:50:bf:05:75:35, IRQ 10
eth0: Identified 8139 chip type 'RTL8139B'
Notes : eth0 merupakan nama kartu jaringan yang pertama kali dideteksi
pada Linux. Jika
terdapat lebih dari satu maka untuk kartu jaringan selanjutnya akan terdeteksi sebagai
eth1, eth2, eth3. Linux dapat meng enali hingga 4 buah kartu jaringan.
Langkah selanjutnya adalah memberikan alamat IP pada kartu jaringan
tersebut dengan perintah :
ifconfig [device] [alamat IP]
B . SETTING IP DI LINUX
a. Perintah “ifconfig”
Dengan menggunakan perintah ifconfig, root dapat mengganti setting IP untuk jaringan. Contoh :
highway:~# ifconfig
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:0C:F1:BA:38:43
inet addr:10.252.102.143 Bcast:10.252.102.255
Mask:255.255.255.0
inet6 addr: fe80::20c:f1ff:feba:3843/64 Scope:Link
UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1
RX packets:7827318 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:5486496 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:1000
RX bytes:2529035045 (2.3 GiB) TX bytes:1421757215 (1.3 GiB)
lo Link encap:Local Loopback
inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0
inet6 addr: ::1/128 Scope:Host
UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1
RX packets:999 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0
TX packets:999 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0
collisions:0 txqueuelen:0
RX bytes:68831 (67.2 KiB) TX bytes:68831 (67.2 KiB)
Untuk mengganti IP dapat dilakukan dengan cara:
# ifconfig eth0 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0
b. Dengan menyimpan konfigurasi jaringan
Pada Debian GNU/Linux, file konfigurasi jaringan terdapat pada /etc/network/interfaces,
dapat dilakukan dengan menggunakan editor vim, nano, atau mcedit.
# vim /etc/network/interfaces
pada file tersebut ketikkan syntax berikut:
auto lo
iface lo inet loopback
auto eth0
iface eth0 inet static
address 10.252.108.143
netmask 255.255.255.0
kemudian jalankan perintah “/etc/init.d/networking restart”
apabila ingin menggunakan DHCP ganti “iface eth0 inet static” menjadi “iface eth0 inet dhcp”
C. Tools Network
Ada beberapa command pada linux yang dipakai untuk melakukan konfigurasi dan
troubleshooting jaringan :
Layer phisik
1. lspci
Merupakan tools yang berada pada layer 1, dipakai untuk mengecek apakah interface
jaringannya sudah terpasang atau belum. Apabila ditemukan Network controller atau
Ethernel controller, artinya perangkat jaringan sudah siap digunakan.
# lspci
Contoh:
h1ghway:~#lspci
00:00.0 Hostbridge:VIATechnologies,Inc.PT894HostBridge
00:00.1 Hostbridge:VIATechnologies,Inc.PT894HostBridge
00:00.2 Hostbridge:VIATechnologies,Inc.PT894HostBridge
00:00.3 Hostbridge:VIATechnologies,Inc.PT890HostBridge
00:00.4 Hostbridge:VIATechnologies,Inc.PT894HostBridge
00:00.5 PIC:VIATechnologies,Inc.PT894I/OAPICInterruptController
00:00.7 Hostbridge:VIATechnologies,Inc.PT894HostBridge
00:01.0 PCIbridge:VIATechnologies,Inc.VT8237PCIBridge
00:0d.0 Ethernet controller: Intel Corporation 82540EM Gigabit Ethernet Controller (rev 02)
2. mii-tool
Untuk melihat apakah linknya sudah ada atau belum
Contoh :
h1ghway:~#mii-tool
eth0: negotiated 100baseTxFD, link ok
Apabila sudah keluar eth0 artinya perangkat jaringan kita menggunakan eth0. 100base-TXFD
artinya kita menggunakan kecepatan 100Mbps dan FD adalah Full-Duplex, dan Link ok
menandakan perangkat kita sudah siap. Apabila hasilnya bukan link ok artinya ada masalah
dengan perangkat kita.
Contoh : (dengan kabel jaringan dilepas!!! )
h1ghway:~#mii-tool
eth0: no link
Apabila tampilan seperti tersebut, artinya terjadi kesalahan dengan perangkat jaringan kita.
3. dmesg | grep eth
Untuk mengecek ethernet card ada apa belum
Layer datalink
1. arp
Merupakan tools yang dipakai untuk melihat alamat NIC dari komputer yang terkoneksi
secara langsung dengan kita.
Layer IP
1. ifconfig
Command yang dipakai untuk melihat interface dan alamat yang diberikan ke interface
tersebut
2. route
Perintah route digunakan untuk memodifikasi tabel routing yang terdapat pada kernel. Fungsi
utamanya adalah membuat rute statis ke komputer atau jaringan tertentu. Secara default pada
Linux, jika jaringan telah berhasil diset, maka akan terbentuk tabel routing statis. Contohnya
sebagai berikut :
# route n
Kernel IP routing table
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
10.0.0.0 0.0.0.0 255.255.255.240 U 0 0 0 eth0
127.0.0.0 0.0.0.0 255.0.0.0 U 0 0 0 lo
0.0.0.0 10.0.0.4 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
3. ping
Memeriksa koneksi dengan protokol ICMP
Pada dasarnya, program ping berfungsi mengirimkan paket datagram dengan protokol ICMP
(Internet Control Message Protocol). Paket yang dikirimkan adalah ECHO_REQUEST. Bila
pesan ini dibalas dengan paket ECHO_RESPONSE, maka berarti host yang dituju sedang
aktif. Namun demikian jika outputnya error atau gagal, belum pasti host yang sedang dituju
sedang tidak aktif. Bisa saja terdapat firewall(kalem, akan dijelaskan pada bab 8)pada host
tersebut, terjadi kesalahan dalam routing, atau jaringan sedang down. Berikut kita lihat contoh
penggunaannya :
$ ping 10.0.0.5
PING 10.0.0.5 (10.0.0.5) from 10.0.0.4 : 56(84) bytes of data.
64 bytes from 10.0.0.5: icmp_seq=1 ttl=128 time=0.779 ms
64 bytes from 10.0.0.5: icmp_seq=2 ttl=128 time=0.406 ms
64 bytes from 10.0.0.5: icmp_seq=3 ttl=128 time=0.447 ms
10.0.0.5 ping statistics
3 packets transmitted, 3 received, 0% loss, time 2011ms
rtt min/avg/max/mdev = 0.406/0.544/0.779/0.167 ms
Terdapat beberapa informasi yang dapat kita ambil dari keluaran di atas.
Terlihat alamat pengirim (10.0.0.4) dan alamat tujuan ping(10.0.0.5). Tampak pula tiga paket
yang dikirimkan kesemuanya mendapat balasan. icmp_seq menampilkan urutan paket yang
dikirimkan. ttl menampilkan lama hidup paket dalam jaringan, setiap kali melewati router
ttl akan berkurang satu. Hal yang menarik di sini, jika kita melakukan ping pada sistem
operasi Win* maka hasilnya biasanya 128 sedang jika pada Linux dan kebanyakan sistem
No comments:
Post a Comment